Minggu, 23 April 2017

Tempat yang berkategori “ wisata hits” tentu akan diburu oleh masyarakat untuk berlibur. Melaui media sosial sangat mudah untuk mengetahui tempat wisata yang baru. Salah satunya adalah Bukit Jomblo Asri Tulungagung. Entah apa latar belakang dinamai Bukit Jomblo Asri. Namun nama yang unik memang menambah rasa penasaran orang untuk berkunjung dan tentu lebih cepat untuk dikenal orang.






Bukit Jomblo Asri terletak di desa Pakisrejo, kecamatan Tanggunggunung, kabupaten Tulungagung. kalau tempat itu terletak di kecamatan Tanggunggunung lokasinya tentu melewati daerah yang cukup tinggi. Lalu kemana rute yang harus ditempuh? Mudah saja kalau dari arah alun – alun Tulungagung ambil jalan ke selatan, ke arah kecamatan Campurdarat. Sampai anda menemukan Puskesmas Campurdarat, tepat di sebelahnya ada jalan masuk belok kiri. Setelah itu ikut saja jalan utama sampai jalan yang anda lewati semakin lama semakin menanjak dan berbelok – belok. Anda harus lebih waspada karena jalan tidak terlalu lebar, dan terkadang harus berpapasan dengan besar yang mengangkut kayu, atau berpapasan dengan warga yang mengangkut rumput untuk pakan ternak. Kalau masih bingung langsung saja cari di Google Map, hehehe.


Tidak akan susah untuk menemukan wisata Bukit Jomblo Asri, karena sudah ada penunjuk lokasi dengan lahan parkir yang cukup luas. Seperti biasa, tidak ada tiket masuk dan hanya dikenakan biaya untuk parkir kendaraan sebesar 5 ribu rupiah saja. Murah meriah kan?


Kesan sejuk dan teduh sangat terasa, karena kawasan itu merupakan kawasan hutan jati. Pohon – pohon jati yang menjulang tinggi bagaikan payung yang melindungi kita dari sengatan panas matahari. Tinggal berjalan kaki saja melewati jalan setapak yang sudah dibuat sedemikian bagus di rimbunnya pohon – pohon jati. Dan sampailah di Bukit Jomblo Asri.



Dari ketinggian tempat ini kita bisa melikah bukit – bukit di sekitarnya, juga Gunung Budheg di kecamatan Camprdarat. Angin semilir membuat perasaan menjadi sejuk. Ada tiga tempat yang menjadi rujukan pengunjung untuk berfoto, perahu, sangkar burung, dan ranting cinta hahaha.




Sedang antri untuk berfoto di sangkar burung.




Berfoto di sangkar cinta, hahahaha...




Bukit Jomblo Asri

Read More

Senin, 30 Januari 2017



Bunga merupakan salah satu tanaman yang sangat sedap dipandang mata. Warna warni bunga yang indah, membuat nyaman siapa saja yang menikmatinya. Lalu bagaimana kalau anda berada dalam taman bunga yang cukup luas untuk menikmati waktu liburan. Tentu sangat menyenangkan bukan? Di Tulungagung juga sudah ada tempat yang cocok untuk menikmati keindahan beraneka ragam tanaman dan bunga.


Agrowisata Kahayangan merupakan salah satu destinasi wisata flora yang ada di Tulungaagung. Terletak di desa Mulyosari kecamatan Pagerwojo, tidak jauh dari waduk Wonorejo dan bersebelahan dengan SMP N 1 Pagerwojo. Dikelola oleh BUMDes dan POKDARWIS setempat tentunya. Saat tulisan ini saya posting agrowisata Kahayangan sebenarnya masih belum 100% selesai pengerjaannya. Namun karena memang sudah dibuka untuk umum  saya pun dengan segera berkunjung ke sana, hehehe.




Setelah parkir sepeda motor saya berkeliling di kawasan agrowisata Kahayangan. Tidak banyak pengunjung yang datang ke tempat ini, mungkin juga hanya warga sekitar saja para pengunjung tersebut. Tidak jauh dari tempat parkir ada beberapa warung sederhana yang menjajakan makanan dan minuman. Berbagai macam tumbuhan, bunga berwarna cerah tumbuh pada lahan yang cukup luas.


Tanaman hias ditanam sedemikian rupa supaya pengunjung berkeliling untuk menikmati keindahannya. Bunga – bunga tertentu diletakkan pada tempat yang lebih teduh disesuaikan dengan habitatnya.


Ada bangunan serupa bale – bale yang cukup luas, untuk berteduh dan menikmati pemandangan warna – warni dan sejuknya udara di agrowisata Kahayangan.


Pohon sengon yang tinggi menjulang juga bisa memberi kenyamanan dan sebagai peneduh bagi pengunjung yang menikmati rumah pohon.



Memang saya lihat masih banyak pembangunan yang sedang dilakukan untuk menyelesaikan tempat wisata ini. Terutama pada bagian belakang yang masih dalam proses, yang masih baynak ruang untuk dimanfaatkan.



Bagi para pengunjung juga bisa membeli tanaman hias di agrowisata Kahayangan Tulungagung ini. Jadi anda yang suka dengan bunga jangan lewatkan waktu liburan anda ke tempat ini, supaya hati anda berbunga – bunga hehehe.



Silahkan berkunjung ke agrowisata Kahayangan Tulungagung dan tentu jangan lupa untuk berlibur secara cerdas ya. Jangan merusak tanaman yang ada dan jangan buang sampah sembarangan. 

Agrowisata Kahayangan

Read More

Selasa, 24 Januari 2017





Anda hobi fotografi? Sama kalau begitu dengan saya. Mengabadikan momen indah menjadi sebuah foto memang sangat menyenangkan. Terlebih lagi karya foto kita disukai oleh banyak orang. Tentu menjadi tambahan semangat untuk berkarya dalam fotografi. Saya sendiri lebih suka dengan fotografi landscape, mengabadikan pemandangan alam ciptaanNya.


Untuk menghasilkan foto yang bagus tentu banyak faktor yang diperhatikan. Momen yang indah, komposisi, dan warna merupakan hal yang sangat berkaitan. Tahap editing tentu tidak bisa dipisahkan untuk mengolah warna pada foto tersebut.


Adobe photoshop dan lightroom merupakan dua aplikasi editing foto yang paling sering banyak digunakan orang yang berkecimpung dalam dunia fotografi. Lalu mana dari kedua aplikasi tersebut yang lebih baik untuk digunakan?


Baik photoshop maupun lightroom tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing. Photoshop sendiri mempunyai banyak fitur yang mampu mengolah foto menjadi lebih menarik. Kemudahan membuat layer lebih dari satu dalam satu file foto sehingga bisa mengeksplorasi dalam editing foto tersebut baik dalam pemisahan foto, pemotongan, penggabungan, dsb. Filter yang disediakan photoshop juga sangat bagus untuk desain grafis,  pengolahan foto digital imaging, maupun memanipulasi foto. Dengan banyaknya tools yang ada pada photoshop tentu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menguasai software ini. Namun bagi anda yang gemar bermain dengan imajinasi, merekayasa, berkreasi mengotak - atik foto maka photoshop sangat cocok bagi anda.


Sedangkan lightroom sendiri cenderung mempunyai tools yang lebih cocok untuk keperluan fotografi, walaupun dengan menggunakan photoshop pun juga bisa. Namun penggunaan tools yang lebih ringkas pengelolaan foto menjadi lebih mudah. Kita bisa memantau banyak foto dan memilih foto yang akan diproses. Tersedia tools yang lebih spesifik untuk fotografi yaitu untuk lens correction. Tinggal memilih tipe lensa yang kita gunakan maka distorsi dan vignet yang masih wajar bisa langsung diperbaiki. Selain itu menu spot removal juga menjadi daya tarik tersendiri untuk menggunakan lightroom. Tidak jarang pada lensa tertempel debu sehingga foto yang dihasilkan menjadi ternoda, hehehe. Dengan spot removal kita bisa menutup spot tersebut sehingga foto menjadi bersih kembali.



Saya sendiri pada awalnya menggunakan adobe photoshop untuk editing foto. Namun sekali mencoba menggunakan lightroom saya pun mulai berpaling dari photoshop dan terus menggunakannya sampai sekarang. Karena saya memang bukan tipe yang pandai merekayasa foto, dan kebutuhan saya pun juga tidak untuk itu.    

Photoshop atau Lightroom?

Read More

Senin, 21 November 2016

Media sosial merupakan salah satu layanan yang paling banyak digunakan orang saat mengakses internet. Sekedar untuk memposting status, mengunggah foto, maupun saling bersapa dengan teman yang terhubung di media sosial tersebut. Salah satu media sosial yang penggunanya cukup pesat perkembangannya adalah Instagram. Dan, tentunya, saya adalah salah satu pengguna Instagram sejak tahun 2013 lalu.


Saya sendiri tertarik menggunakan Instagram karena memang media sosial ini lebih fokus untuk berbagi foto, dimana sesuai untuk mempublikasikan hasil karya dari hobi saya yaitu fotografi. Yang tentunya hasil jadinya berupa foto. Cocok deh, hehehe.


Saat mengunggah foto kita di Instagram, tentu sangat menyenangkan bila foto kita mendapat banyak likes dan komentar. Terlebih lagi mempunyai jumlah followers yang mencapai ratusan bahkan ribuan. Sekarang ini banyak cara untuk melihat aktifitas yang terjadi pada akun media sosial kita. Saya sendiri menggunakan websta untuk melihat dan menganalisa respons dan perkembangan akun instagram saya.



Dalam websta kita bisa mendapatkan data mengenai jumlah likes, followers, comments, dan waktu yang terbaik untuk menggungah foto di instagram agar mendapat banyak likes.






Kita bisa mengetahui jumlah likes, comments, dari jumal post foto yang selama ini kita lakukan.





Grafik tersebut menggambarkan jumlah post dari awal akun Instagram kita sampai terakhir kali kita mengunggah foto.




Data tersebut merupakan filter #hastag yang sering kita gunakan saat mengunggah foto.






Dan ini merupakan data yang terpenting mengenai waktu yang terbaik mengunggah foto di Instagram supaya foto kita lebih mudah untuk dilihat oleh followers dan pengguna Instagram lain. Dimana websta telah mengolah data sedemikian rupa selama kita mengunggah foto di Instagram kita masing - masing. Websta telah menghitung dan menyimpulkan pada akun Instagram saya, bahwa waktu terbaik untuk saya mengunggah foto adalah pada hari Selasa pada jam 16:00 (lingkaran biru muda, lingkaran paling besar). Waktu terbaik itu akan berbeda – beda untuk setiap pengguna Instagram tergantung pada jumlah followersnya dan juga #hastag yang digunakan tentunya.


Ini semua merupakan analisis yang disediakan oleh websta. Saya pribadi bukan pengguna Instagram yang sangat memerlukan jumlah likes banyak. Saya hanya membaca data yang disediakan oleh Websta dan memanfaatkan data tersebut.

Gunakan media sosial dengan bijak, untuk tujuan positif.


Sekian, semoga bermanfaat.


Wesbta - Waktu terbaik unggah foto Instagram

Read More

Kamis, 03 November 2016

Lagi dan lagi di kabupaten Tulungagung semakin banyak alternatif tempat wisata, dan salah satu yang terbaru adalah desa wisata Sebalor. Desa Sebalor terletak di kecamatan Bandung kabupaten Tulungagung. Untuk menuju ke desa Sebalor anda bisa menuju arah pertigaan Bandung, lurus saja ke arah jalan raya Bandung – Prigi. Sampai pertigaan Bantengan belok kanan, melewati SMP N 2 Bandung, lurus saja sampai balai desa Sebalor. Di depan balai desa Sebalor ada pertigaan, belok kiri saja ikuti arah jalan masuk ke pemukiman penduduk dan agak menanjak naik. Jika kesulitan bisa tanya kepada warga setempat yang tentu dengan senang hati akan memberi petunjuk arah ke desa wisata Sebalor.


Wisata desa Sebalor diresmikan oleh pihak terkait pada pertengahan bulan Oktober 2016. Dengan dijadikan sebagai tempat wisata, tentu diharapkan akan mendongkrak perekonomian warga setempat. Rasa penasaran saya dan dengan misi berburu foto, saya pun segera merencanakan untuk berkunjung ke desa wisata Sebalor. Sempat tertunda beberapa hari karena hujan, akhirnya terlaksana juga untuk mengunjungi desa wisata Sebalor.


Sekitar pukul 15:00 saya sampai ke desa Sebalor dan langsung ke spot wisata. Ada 3 spot wisata yang bisa dinikmati yaitu, Watu Gedong, Kalimas 1,  dan Kalimas 2. Dari tempat parkir yang terlihat secara langsung adalah spot Kalimas 1. Kalimas 1 merupakan aliran sungai yang airnya jernih, dengan batuan kapur yang menurun sehingga nampak seperti air terjun. Tak perlu waktu lama saya langsung saja mengeluarkan kamera dan tripod saya untuk mengabadikan keindahan Kalimas 1.


Sebalor Tulungagung
Kalimas 1

Sebalor Tulungagung
Kalimas 1

Tidak jauh dari Kalimas 1 adalah Watu Gedong. Perlu jalan kaki kurang lebih 1 menit untuk menuju Watu Gedong. Namun saat saya sampai di Watu Gedong, ada 2 orang warga yang sedang membuat tangga untuk mempermudah pengunjung turun ke Watu Gedong, saya putuskan menunda untuk turun ke Watu Gedong. Dan saya segera menuju ke Kalimas 2.


Untuk menuju Kalimas 2 harus berkendara lagi karna lokasi berada di atas Watu Gedong dan Kalimas 1. Tidak lebih dari 2 menit saya pun sudah sampai di Kalimas 2. Ternyata saat saya sampai di Kalimas 2, sedang ada acara dari salah satu sekolah. Dimana banyak murid yang didampingi guru sedang menikmati wisata air Kalimas 2. Kalimas 2 merupakan aliran air mirip sungai seperti kalimas 1. Tetapi air yang mengalir lebih deras dan lebih curam sehingga lebih mirip dengan air terjun mini. Sama seperti di Watu Gedong, di Kalimas 2 saya juga melihat banyak pekerja yang merupakan warga setempat sedang membuat pagar, menanam bunga untuk mempercantik wisata Sebalor ini.


Sebalor Tulungagung
Kalimas 2


Sekian dulu tulisan mengenai desa wisata Sebalor ini, ke depan akan saya lengkapi untuk foto – foto lokasi karena kemarin saya juga buru – buru berhubung cuaca mendung. Hehehe.

Wisata Desa Sebalor

Read More

Sabtu, 08 Oktober 2016


Ranugumbolo Tulungagung
Selamat datang  di Ranugumbolo

Berwisata merupakan hal yang menjadi trending topik di kalangan masyarakat akhir – akhir ini. Sebagai cara untuk menyegarkan pikiran dari rutinitas pekerjaan selama sepekan, maupun untuk memanjakan waktu bersama sahabat maupun keluarga dengan pergi ke tempat wisata. Tayangan televisi yang menyajikan dunia travelling dan adventure ditambah lagi perkembangan informasi melalui media sosial membuat tempat wisata kian ramai dikunjungi. Terutama tempat yang masih alami, yang menyajikan pemandangan menakjubkan.

Begitu pula yang terjadi di kota kecil tempat saya tinggal, di Tulungagung. Ada tempat wisata baru yang menjadi incaran penikmat wisata. Terletak di kecamatan Pagerwojo, bersebelahan dengan waduk Wonorejo. Wisata Ranugumbolo namanya. Nama yang unik dan mirip dengan Ranukumbolo di Lumajang. Namun, kemiripan nama tersebut tidak ada hubungannya satu dengan yang lainnya. Nama Ranugumbolo berkembang dari caption yang ditulis oleh pengguna media sosial, dan akhirnya nama itu melekat kuat pada tempat ini. Untuk menuju ke tempat ini juga sangat mudah, karena rute Ranugumbolo searah dengan waduk Wonorejo. Sudah ada petunjuk jalan untuk ke Ranugumbolo sebelum anda sampai ke waduk wonorejo.

Lokasi Ranugumbolo

Awalnya tempat ini merupakan tempat favorit bagi para pemancing. Puluhan pemancing memadati area ini sepanjang hari. Lahan ini merupakan milik Perhutani, dan digunakan oleh warga sekitar untuk bercocok tanam apabila air waduk Wonorejo surut disaat musim kemarau. Satu orang memotret dan diunggah ke media sosial, dan pengguna media sosial lainnya berkunjung ke tempat yang sama dan mengunggah hasil fotonya ke media sosial. Begitu seterusnya dan akhirnya tempat ini ramai dikunjungi oleh masyarakat.


Pertengahan tahun 2016 saya berkunjung ke Ranugumbolo saya melihat banyak pekerja. Mereka membuat gubuk dan tempat duduk dari bambu. Karena penasaran saya pun bertanya kepada orang yang ada di sekitar. Ternyata tempat ini akan dijadikan kawasan wisata rintisan oleh Perhutani KPH Kediri bekerja sama dengan LMDH RIMBA JAYA desa Mulyosari, kecamatan Pagerwojo, kabupaten Tulungagung. Gagasan untuk membuat wisata rintisan Ranugumbolo sendiri sudah ada sejak setahun sebelumnya.

Tiket masuk Ranugumbolo

Tiket masuk sudah termasuk dengan parkir kendaraan, dan juga sudah termasuk asuransi kecelakaannya juga lho. 

Perlahan tapi pasti kawasan ini memulai pembangunan yang bisa memanjakan pengunjung. Mulai dari pembuatan jalan setapak, membangun tempat duduk pengunjung, membuat gubuk, rumah pohon, hingga yang terbaru ada wahana perahu yang bisa digunakan untuk berkeliling di sekitar Ranugumbolo Tulungagung. Wahh, asiiknyaaaa...

Ranugumbolo Tulungagung

Ranugumbolo Tulungagung







Jangan lewatkan juga ke Ranugumbolo saat sore hari, karena kebetulan view Ranugumbolo yang menghadap ke arah barat.

Ranugumbolo Tulungagung

Ranugumbolo Tulungagung



Ke depan juga dibagun fasilitas pendukung lainnya, yaitu toilet dan mushola. Wahh memang keren banget ya pengelolaannya. Dan tentunya kita sebagai pengunjung juga harus memperhatikan kebersihan ya, supaya tetap asri.



Ranugumbolo

Read More

Kamis, 29 September 2016

Hampir setiap orang mempunyai hobi dalam kesehariannya. Mulai hobi travelling, olahraga, maupun hobi dalam dunia seni. Termasuk saya sendiri yang juga menekuni hobi fotografi. Sampai tulisan ini saya buat, kurang lebih sudah tiga tahun lamanya saya berkecimpung dalam hobi yang berkaitan dengan kamera ini. Berawal saat bepergian dan mengabadikan pemandangan dengan menggunakan kamera ponsel, lama kelamaan saya makin tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai fotografi.


Karena masih pemula (sampai saat ini juga :D ) saya  mempelajari fotografi secara otodidak dengan membaca artikel via google dan melihat karya foto milik orang lain. Hasil foto saya upload di sosial media Instagram. Beberapa genre fotografi saya coba (landscape, human interest, makro, still life, portrait J ), dan lebih suka dalam memotret landscape. Jadilah saya seonggok landscaper, hehehe.


Mulai bosan dengan kamera ponsel saya mulai melirik kamera digital. Cukup lama mencari informasi mengenai kamera digital seperti apa yang saya perlukan (yang tentunya untuk hobi saja), akhirnya saya memperkuat hati dan perasaan (ciee..) untuk membeli kamera Nikon D3100 dengan lensa kit 18-55mm. Dengan resolusi 14,2 megapiksel, serta sensor CMOS DX-format kamera ini nyaman digenggam.






Sebenarnya sempat bingung memilih antara Nikon D3100 versus Canon 1200D, tetapi titik fokus Nikon D3100 yang lebih banyak (11 titik fokus) dibanding dengan Canon 1200D (9 titik fokus) maka si Nikon D3100 saya pilih. Karena merk kamera saya mirip nama orang, saya beri nama kamera saya “Niko”, hehehehe.




Dengan kemasan tas segitiga si Niko mulai menemani saya untuk mengabadikan pemandangan dan momen menarik yang bisa ditangkap. Seiring berjalannya waktu si Niko mendapat teman baru, antara lain : tripod, filter CPL, filter ND, dan filter GND. Berhubung sekedar hobi, aksesori kamera yang saya  beli juga bukan merk yang waw, dengan harga yang menguras isi dompet. Cukup yang murah – murah saja :D. 

Hobi Fotografi

Read More